<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-482952469765561988</id><updated>2011-04-21T12:34:25.473-07:00</updated><title type='text'>Prima Organic</title><subtitle type='html'>Serving you with prime quality</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://primaorganic.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/482952469765561988/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primaorganic.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Robi Apriyadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_tNSeZUcDPDk/SVHcpGKZrEI/AAAAAAAAAQI/10XhXBERW3Q/S220/DSC02364.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-482952469765561988.post-2297924640780222451</id><published>2007-10-14T07:14:00.000-07:00</published><updated>2007-10-14T07:20:28.224-07:00</updated><title type='text'>Sehat dengan Bahan Pangan Organik</title><content type='html'>Karena bebas dari zat kimia, bahan pangan organik dapat berfungsi sebagai 'pembersih' tubuh kita. Bagaimana dengan kandungan gizinya? ''You are what you eat.'' Begitu ungkapan yang kerap kita dengar. Mengacu pada ungkapan itu, seyogyanya Anda bersikap bijaksana dalam mengonsumsi makanan. Jangan asal makan. Sebisa mungkin, pilihlah bahan makanan yang bisa mendukung kesehatan Anda, bukan malah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bahan pangan yang layak Anda lirik adalah bahan pangan organik, yang bebas bahan kimia. Padahal, saat ini sebagian besar bahan pangan yang dijual di pasaran adalah bahan pangan nonorganik yang merupakan rekayasa genetika. ''Rekayasa genetika itu sama saja dengan menyuntikkan bakteri atau virus,'' jelas pakar naturopati, dr Amarullah H Siregar.&lt;br /&gt;Bahaya nonorganikSalah satu penyebab terbesar penyakit dan penuaan dini pada manusia adalah banyaknya bahan kimiawi yang ada di lingkungan kita. Sekitar 40 persen kematian di dunia disebabkan oleh pencemaran lingkungan, sementara dari 80 ribu jenis pestisida dan bahan-bahan kimiawi yang digunakan saat ini, sekitar 10 persen-nya bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. ''Hampir 1,4 juta kasus kanker di dunia juga disebabkan oleh pestisida. Sampai sekarang saja, tercatat setidaknya ada delapan jenis pestisida dalam makanan yang dapat menyebabkan kanker,'' kata Amarullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian bahan kimiawi terjadi di mana-mana, sehingga tubuh kita dipenuhi oleh racun. ''Ini karena tanah telah mengandung bahan kimia akibat penggunaan pupuk urea. Air serta udara kita juga sudah terpolusi,'' ujar pakar naturopati lainnya, dr Riani Susanto. Racun ini sendiri bisa menyebabkan beragam penyakit seperti arthritis (radang sendi), rematik, kadar kolesterol yang tinggi, obesitas atau kegemukan, kanker, sakit kepala kronis, dan fatigue chronic (keletihan tanpa sebab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan penelitian yang dilakukan oleh sebuah lembaga di Belanda, Maastricht Ageing, menyimpulkan, unsur kimia dan pestisida yang terkandung dalam makanan sehari-hari bisa menyebabkan gangguan kesadaran (cognitive dysfunction) seperti sulit mengeja, membaca, menulis, membedakan warna, termasuk berbicara. Yang lebih berbahaya, risiko terhadap gangguan fisik otak akan semakin besar. Bagi wanita, pestisida juga menjadi salah satu penyebab kanker payudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bahaya pestisida dan bahan kimia juga diteliti oleh para ahli dari Prancis dan Argentina. Disimpulkan, laki-laki yang terpapar pestisida dan zat pelarut kimia berpotensi mengalami masalah kesuburan/ reproduksi. Ini karena pestisida dan zat pelarut kimia bisa menurunkan jumlah produksi sperma laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah keresahan ini, muncullah ide untuk kembali ke alam dengan mengonsumsi makanan organik. Banyak yang mendefinisikannya sebagai makanan segar tanpa bahan kimia dan pestisida. Namun, banyak juga yang menganggap makanan jenis ini adalah makanan khusus orang-orang yang 'gila' kembali ke alam. ''Terlepas dari itu semua, harus diakui jenis makanan ini baik untuk mengurangi efek negatif racun dari berbagai bahan kimia dan pestisida,'' kata Riani. Istilah makanan organik tak sepenuhnya mengacu pada obyek makanan tersebut, namun juga menyangkut proses produksi dan pengolahan makanannya. Jadi, anggapan bahwa jenis makanan ini diproduksi tanpa bahan kimia beracun ada benarnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bebas dari zat kimia, kata Riani, maka buah dan sayur organik dapat berfungsi sebagai 'pembersih' tubuh kita. Ia bekerja membersihkan darah, membuang racun yang menumpuk dalam sel, dan membantu regenerasi sel-sel baru. Buah dan sayur organik juga mampu menjaga keseimbangan kadar asam basa tanpa obat-obatan, vitamin ataupun suplemen tambahan.&lt;br /&gt;Dari segi nutrisi, lanjut Riani, makanan organik memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan bahan pangan nonorganik. Karena itu, makanan organik dapat membantu proses pertumbuhan dan pemulihan tubuh bila mengalami masalah. ''Ini karena produksi pangan organik melarang penggunaan bahan pangan buatan tambahan seperti lemak terhidrogenasi, asam fosforik, aspartam, dan monosodium glutamat yang dapat mengakibatkan penyakit jantung, osteoporosis, migren, dan hiperaktivitas,'' papar Riani mengutip hasil penelitian dari Soil Association yang dilakukan pada 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut hasil penelitian Soil Association, bahan pangan organik rata-rata mempunyai kandungan vitamin C, mineral, serta phytonutrients (bahan dalam tanaman yang dapat melawan kanker) yang lebih tinggi ketimbang bahan pangan konvensional. ''Nutrisi makanan organik itu 35 persen lebih tinggi ketimbang yang disemprot (bahan kimia). Misalnya, tomat. Walaupun ukurannya lebih kecil, tapi kandungan vitamin C-nya lebih tinggi 37 persen, begitu pun vitamin E-nya lebih tinggi nyaris 40 persen,,'' sambung Dr Amarullah. Keunggulan bahan pangan organik juga dinyatakan oleh Bibong Widyarti, salah seorang pengguna bahan pangan jenis ini. ''Makanan organik ternyata juga lebih hemat. Ini karena makanan organik lebih tahan lama hingga tidak mudah basi. Alhasil, tak banyak beras yang terbuang,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cuma hemat di kantong, bahan pangan organik juga akan menghemat proses produksi dan mengurangi tingkat kerusakan lingkungan di bumi yang kita cintai ini. Selain itu, mengonsumsi makanan organik juga berarti menghemat energi, baik itu minyak bumi yang digunakan untuk memproduksi pupuk kimia, ataupun air. ''Dan jangan lupa, orang yang mengonsumsi makanan organik ini sel-selnya juga lebih muda 10 tahun,'' kata Amarullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan informasi buat Anda, berikut ini adalah manfaat beberapa jenis bahan pangan organik untuk kesehatan:&lt;br /&gt;* Bawang putih: antikolesterol dan penuaan dini.&lt;br /&gt;* Alpukat: kandungan glutathione-nya baik untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan sel.&lt;br /&gt;* Buah berry: kandungan antioksidannya mencegah infeksi pada prostat dan saluran kencing.&lt;br /&gt;* Brokoli: membantu tubuh membuang bahan-bahan bersifat karsinogenik.&lt;br /&gt;* Kol: antioksidannya bermanfaat bagi penderita kanker usus, perut, dan payudara.&lt;br /&gt;* Wortel: mencegah penuaan dini.&lt;br /&gt;* Bawang merah: kaya akan quercetin untuk mencegah kanker perut.&lt;br /&gt;* Bayam: kandungan asam folatnya baik untuk kesehatan otak, sementara kandungan luteinnya baik untuk kesehatan penglihatan.&lt;br /&gt;* Tomat: kaya akan licopene untuk mencegah kanker rahim, pankreas, dan usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika, 21 November 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/482952469765561988-2297924640780222451?l=primaorganic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primaorganic.blogspot.com/feeds/2297924640780222451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=482952469765561988&amp;postID=2297924640780222451' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/482952469765561988/posts/default/2297924640780222451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/482952469765561988/posts/default/2297924640780222451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primaorganic.blogspot.com/2007/10/sehat-dengan-bahan-pangan-organik.html' title='Sehat dengan Bahan Pangan Organik'/><author><name>Robi Apriyadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_tNSeZUcDPDk/SVHcpGKZrEI/AAAAAAAAAQI/10XhXBERW3Q/S220/DSC02364.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-482952469765561988.post-1509800355730494017</id><published>2007-10-12T21:41:00.000-07:00</published><updated>2007-10-13T07:18:51.323-07:00</updated><title type='text'>Papua..Pertama dan Terakhir..</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tNSeZUcDPDk/RxBPrUDKXXI/AAAAAAAAAAg/KsiepIWSGNM/s1600-h/DSC00197.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120680381855194482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_tNSeZUcDPDk/RxBPrUDKXXI/AAAAAAAAAAg/KsiepIWSGNM/s320/DSC00197.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ass.wr.wb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah suasana kota Jayapura dilihat dari daerah Bhayangkara, perumahan TVRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat indah kota Jayapura karena terletak di pantai. Terlihat pada gambar sedang dibangun RS.Dok II yang merupakan rumah sakit terbesar di Jayapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak meredanya gerakan separatis pembangunan di Jayapura dan sekitarnya relatif terus meningkat. Perlahan tapi pasti perekonomian terus menggeliat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flashback sedikit pertama kali saya datang ke papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat akan mendarat di Bandara Sentani terlihat hamparan hutan yang sangat luas. Dalam hati saya berkata "gimana ya kotanya kalo isinya hutan semua?" Selepas meninggalkan Sentani dan menuju Abepura mulai terlihat perkonomian yang berkembang ditandai dengan banyaknya ruko-ruko yang sedang dibangun. Memasuki Jayapura pembangunan relatif lebih sedikit karena daerah ini memang telah berkembang terlebih dahulu. Saya menyadari bahwa Jayapura merupakan daerah yang sangat cocok untuk berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan di Papua saya melihat bagaimana para penduduk asli yang tersisih untuk kegiatan perkonomiannya. Perkonomian dikuasai oleh para pendatang yang berasal dari P.Sulawesi dan P.Jawa. Seandainya mereka ingin berbenah diri tentu mereka akan menjadi tuan rumah di tanah Papua. But..it takes time..semua memang membutuhkan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi Papua dapat dikatakan sangat besar. Para pecinta anggrek tentu sangat paham bagaimana indahnya anggrek papua. Para pecinta benda-benda seni tentu sangat paham bagaimana eksotisnya kerajinan khas papua. Para pebisnis kakao mengerti sekali bagaimana kandungan kakao papua telah melebihi standar nasional. Tapi itu semua butuh dukungan dari semua pihak. Saya sangat yakin seandainya potensi ini digali terus akan mendatangkan pertumbuhan ekonomi yang bagus bagi Papua.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tNSeZUcDPDk/RxBWVUDKXYI/AAAAAAAAAAo/vrv5CTslRAM/s1600-h/DSC00140.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120687700479466882" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_tNSeZUcDPDk/RxBWVUDKXYI/AAAAAAAAAAo/vrv5CTslRAM/s320/DSC00140.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di samping merupakan salah satu contoh keindahan alam papua, perpaduan antara pegunungan dan pantai. Seandainya dikelola dengan profesional insya Allah akan lebih banyak lagi mendatangkan para wisman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali kesempatan bercengkerama dengan alam papua hanya dapat saya rasakan dalam waktu yang relatif singkat. Suatu saat mungkin saya akan bernostalgia kembali dengan alam Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wass.wr.wb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/482952469765561988-1509800355730494017?l=primaorganic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primaorganic.blogspot.com/feeds/1509800355730494017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=482952469765561988&amp;postID=1509800355730494017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/482952469765561988/posts/default/1509800355730494017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/482952469765561988/posts/default/1509800355730494017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primaorganic.blogspot.com/2007/10/papuapertama-dan-terakhir.html' title='Papua..Pertama dan Terakhir..'/><author><name>Robi Apriyadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_tNSeZUcDPDk/SVHcpGKZrEI/AAAAAAAAAQI/10XhXBERW3Q/S220/DSC02364.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tNSeZUcDPDk/RxBPrUDKXXI/AAAAAAAAAAg/KsiepIWSGNM/s72-c/DSC00197.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
